Kita
Senja itu kau menyapaku
Menyatakan kata-kata itu
Kata-kata itu membisukanku
Kata-kata itu membekukanku
Hatimu berujar
Bahwa kau cinta padaku
Kau membutuhkanku
Kau peraya hatiku
Hatimu berujar
Bahwa aku bagian dari dirimu
Tak ada kata kau dan aku
Yang ada hanya kita yang menyatu
Hatimu berujar
Bahwa aku puteri dihatimu
Tak ada puteri lain
Hanya aku puteri dan kau pangeran
Hatimu berujar
Bahwa aku menyejukka hatimu
Duniapun bersenandung merdu saat jiwa kita menyatu
Menyisyaratkan kita adalah raja dan ratu dunia
Hatimu berujar
Bahwa Tuhan telah mentakdirkan kita bersama
Tuhan memperayai hatiku untukmu
Tuhan memperayai hatimu untukku
Sesaat aku memandangmu
Diterangi senja yang mulai memudar
Kulihat kau tersenyum
Dengan wajah penuh harap
Aku tahu apa yang kau harapkan
Kalimat ajaib yang dapat mengubah hidup kita
Aku mengangguk
Aku tersenyum
Ya
Aku juga menintaimu
Aku percaya hatimu
Kau bagian dari diriku
Kau pangeranku
Kau belahan jiwaku
Tangan dinginmu memegang tanganku
Aku bergetar
Aku masih saja gugup jika disampingmu
Menatap matamu
Kau tahu mengapa
Karena kau sangat istimewa dihatiku
Cukup kau dan aku yang tahu
Indera kita sudah menyatu
Tangan kita bepegangan seolah tak ingin terlepaskan
Saat mata kita saling beradu pandang timbul rasa nyaman dan
tak ingin kehilangan
Kaki kita menyusuri setapak kebersamaan berkawan kebahagiaan
Kita berjalan ditemani guguran bunga sakura
Kita berjalan ditemani desiran angin musim gugur
Kita berjalan tapa bertanya ‘kenapa’ dan ‘mengapa’
Kita terus berjalan dan terus melangkah
Kita mempunyai banyak mimpi
Kita mempunyai banyak harapan
Kita berusaha menggapai angan bersama
Kita, kau dan aku
Love,
Amalia Lailatul Zannah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar